Tips merawat mukena

TIPS Merawat Mukena

MUKENA merupakan harta tersendiri bagi wanita. Perlengkapan itu harus dijaga kesuciannya karena digunakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Tak sedikit wanita yang memilih mukena berkualitas tinggi, menawan, dan berharga mahal. Semua itu digunakan agar ibadah menjadi lebih baik.


Namun, penghargaan itu tak ada artinya jika Anda tak bisa merawat mukena. Berikut sejumlah tips untuk merawat mukena Anda yang disesuaikan dengan bahan kainnya.


Katun
Biasakan membaca label yang disertakan dalam produk tekstil. Namun secara umum, katun cukup tahan untuk dicuci dan dikeringkan dengan mesin cuci. Warna pada bahan katun dapat bertahan lebih lama jika Anda mencucinya dengan air dingin. 


Penggunaan bahan pemutih juga bisa digunakan pada bahan katun. Namun, jangan gunakan pemutih terlalu banyak karena akan merusak serat kain. Anda harus sering menyetrika mukena bahan katun karena mudah kusut. Gunakan pelicin pakaian untuk memudahkan proses menyetrika.


Sementara perawatannya tak sulit. Anda cukup menyimpannya di tempat yang tak lembab dan terhindar dari matahari langsung.


Sutra
Tidak semua sutra bisa dicuci secara dry clean. Cara teraman adalah mencuci sutra dengan deterjen yang sangat lembut (beberapa merek lokal sudah mengeluarkan produk untuk ini). Anda juga bisa menggunakan baby soap atau shampo untuk menjaga kelembaban alami kain. 


Rendam mukena dalam larutan tersebut dan bilas dengan air dingin. Hindari mengucek dan memeras mukena. Gantung di tempat yang terhindar dari matahari langsung dan biarkan sampai kering.


Jika diperlukan, seterika mukena sutra dengan panas rendah. Lapisi permukaan yang akan disetrika dengan kain tipis. Cara ini untuk menghindarkan sutra dari panas langsung.


Mukena sutra harus digantung dengan hanger yang khusus. Simpan gantungan mukena di tempat yang terlindung dari sinar matahari. Beri penyerap kelembaban dan anti jamur di tempat menyimpannya.


Parasut
Mukena parasut menggunakan bahan nylon. Pencucian dan perawatannya cukup mudah. Parasut cukup kuat dicuci dengan mesin cuci. Namun, jangan campurkan mukena ini dengan bahan lain saat dicuci. Sebaiknya, hindari bahan pemutih karena parasut mudah rusak.


Jika Anda mengeringkan bahan parasut dengan mesin, pilih pengaturan yang paling rendah. Segera keluarkan mukena dari mesin ketika selesai karena kain parasut mudah kering. Jika terlalu kering, kain menjadi bergelombang. Gunakan pemelbut saat membilas untuk menghindarkan efek ini.


Mukena parasut disetrika hanya jika diperlukan saja, itu pun dengan panas rendah. Perawatan mukena parasut juga tidak sulit, cukup hindarkan mukena dari sinar matahari langsung dan simpan di tempat yang tidak lembab






Source : http://www.metrotvnews.com